FKPT JATIM SINERGI DENGAN MWC NU

Lensadakwah.com - Di depan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC)  Nahdlatul Ulama (NU) sekabupaten Pasuruan, Kabid Agama Sosial dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (BNPT-FKPT) Jawa Timur Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag  menyampaikan akan pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam ikut serta memutus penyebaran faham radikal-terorisme.


Kabid Agama Sosbud saat menyampaikan materi di depan pengurus MWC NU Pasuruan

Dalam pantauan lensadakwah.com nampak hadir pada acara tersebut para pengurus dari MWC NU Bangil, Gempol, Prigen, Rembang  Pandaan dan Beji Kabupaten Pasuruan, 14 Juli 2022.

Acara yang digelar di Hotel Royal Senyiur Prigen ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron yang sering disapa Gus Mujib pada pukul 15.30 dengan didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan Drs  Eddy Supriyanto, MM.

Dalam paparannya Kabid Agama Sosbud FKPT Jatim yang sering dipanggil ustad Arifin menyampaikan pentingnya mewujudkan persatuan ditengah keanekaragaman yang ada di negara Indonesia.

Sila ketiga dalam pancasila Persatuan Indonesia merupakan fondasi dalam upaya mewujudkan persatuan ditengah keanekaragaman yang ada. 

Kita sebagai seorang muslim jelas ustad Arifin didepan pengurus MWC NU yang hadir  bahwa dalam Al Qur'an sudah sangat jelas ayat Allah yang berbunyi:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. QS. Ali Imran: 103

Ayat di atas mengintruksikan kepada hamba-Nya agar selalu menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.


Perbedaan itu merupakan sunnatullah yang harus kita terima sedangkan persatuan itu merupakan ikhtiar yang harus kita lakukan untuk menjaga dari perbedaan itu sendiri.

Selanjutnya ustad yang pernah dinobatkan sebagai peraih rekor di Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas lomba Guru Pelopor Moderasi Beragama ini menyampakan alur terjadinya gerakan teroris yang berawal dari sikap intoleran.

Para auden nampak sangat serius sekali ketika dipaparkannya alur terjadinya dan sebab-sebab terjadinya gerakan teroris yang dimulai dari sikap intoleran, radikal-radikalisme yang berlanjut kepada aksi teroris-terorisme.

Intoleran itu sesungguhnya merupakan penyakit hati, yaitu rasa  iri,  dengki,  hasud dan sombong. Oleh karena itu mari kita sampaikan kepada para jamaah kita masing-masing agar menjahui penyakit hati ini (intoleran) karena ini merupakan embrio dari radikal-radikalisme yang berujung pada gerakan teror-terorisme.

Acara yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasuruan ini berjalan cukup kondusif dan aktif serta menyenangkan. 

Paparan yang disampaikan dengan menggunakan fasilitas multimedia full oleh Kabid Agama Sosbud BNPT-FKPT Jatim ini menjadikan para peserta betah mengikuti hingga acara nerakhir pukul 21.00.


Lensa_fkptjatim



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.