INI PESAN KETUA FKPT JATIM DI TOT

Lensadakwah.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur selenggarakan acara Training Of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama pada hari Kamis, 28 Juli 2022.

Dr. Hesti Armiwulan  M.Hum.

Dalam pantauan media nampak susunan acara dalam pembukaan sebagai berikut:

1. Pembawa Acara/ MC: Dra. Hj. Faridatul Harum, M.Kom
2. Pembacaan Doa : Ustad Khairul Anam, M.PdI
3. Menyanyikan lagu Indonedia Raya oleh : Nurul
3. Sambutan Ketua FKPT Jatim oleh : Dr. Hj. Hesti Armiwulan, M.Hum
4. Sambutan tuan rumah dari UINSA oleh Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag
5. Sambutan dari Kemenag Provinsi Jatim Mufi Imron
6. Sambutan sekaligus membuka acara TOT oleh Direktur BNPT RI yang disampaikan oleh Kabag keuangan Syaiful Rahman  Ak.
5. Penutup.



Dalam sambutannya Ketua FKPT Jawa Timur Dr. Hesti Armiwulan, M.Hum menyampaikan sambutan dan pesan sebagaimana tertulis dibawah ini :
 
Marilah terlebih dahulu kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT/Tuhan Yang Maha Penagsih, yang telah melimpahkan rahmat-Nya pada kita, sehingga pada pagi yang cerah ini, kita dapat bersilaturahim/bertemu di tempat ini (Gedung baru UIN SA) dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh FKPT Jatim dan BNPT RI.

Yang kami hormati :
Rektor Univ Islam Negeri Sunan Ampel, 
Prof.Akh.Muzakki,M.Ag.,Grad.Dip, SEA,M.Phil,PhD
Direktur Pencegahan BNPT atau yg mewakili
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Prov.Jatim atau yg mewakili
Kepala Bakesbang Pol Prov.Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Kepala Bakesbang Pol Kota Surabaya
Para Narasumber :
Dr. Mahnan Marbawai,M.A.
Saeful Rachman, Ak
Ketua KomnasDik Jatim
Pimp LP Ma’arif NU Jatim
Pimp Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Jatim
Tim Pendamping dari BNPT RI
Seluruh undangan yang dimulyakan Allah SWT

Mengawali sambutan saya, dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan terima kasih atas perkenan bapak ibu meluangkan waktu untuk memenuhi undangan kami. Terima kasih kepada Bapak Rektor, Dekan FPsi UINSA yang berkenan kami repoti. Terima kasih kepada narasumber, terima kasih kepada seluruh panitia khususnya Ketua Bidang Agama dan Sosbud (Pak Moh Arifin). Semoga Allah SWT mengganti dengan pahala yang berlipat ganda dan mencatat kebaikan ibu bapak sebagai amal ibadah.

Ada pepatah tak kenal maka tak sayang, maka pada kesempatan yang baik ini, saya ingin memperkenalkan tentang siapa itu FKPT. FKPT merupakan organisasi masyarakat yang dibentuk oleh BNPT. Pembentukan FKPT sejak Tahun 2012  berkedudukan di Ibu Kota Provinsi. Saat ini sudah terbentuk di seluruh provinsi yaitu 34 FKPT. Pengurus FKPT terdiri dari unsur Pemerintah dearah dan unsur tokoh masyarakat, akademisi, tokoh agama, dan jurnalis. 

Adapun fungsi  FKPT adalah :
sebagai wadah partisipasi masyarakat di daerah dalam pecegahan terorisme
sebagai mitra strategis BNPT membangun sinergi dalammelaksanakan program dan kegiatan pencegahan terorisme di daerah.

Dalam menjalankan fungsi tersebut, FKPT melakukan tugas :
pengembangan potensi dan kreatifitas yag dimiliki oleh generasi muda dalam pencegahan terorisme;
pemberian edukasi bagi kelompok perempuan dan anak dalam pencegahan terorisme
penelitian tentang potensi radikal terorisme
diseminasi dan sosialisasi pencegahan terorisme kepada semua elemen masyarakat di daerah dan pengembangan kreatifitas dari berbagai perspektif
literasi informasi pencegahan terorisme melalui media massa, media sosial dan media lainnya.

Berdasarkan fungsi dan tugas FKPT, maka struktur organisasi FKPT sesuai dengan tugas dan fungsi tersebut yaitu terdiri dari:

Ketua : Dr.Hj.Hesti Armiwulan Sochmawardiah,S.H.M.Hum
Sekretaris : Agus Imantoro,S.E.,S.Sos,MM
Bendahara : Prof Dr. Hj.Husniyatus Salamah,M.Ag
Ketua bid Pemuda dan Pendidikan : Dr. Bambang Sigit Widodo,M.Pd
Ketua bid Agama & Sosbud : M.Arifin,S.Ag,M.Ag
Ketua bid Prmp & Anak : Dra. Faridatul Hanoum,M.Kom I
Ketua bid Penelitian : Dr.Safi’,S.H.,M.H.
Ketua bid Humas,Hukum & Media : Yuristiarso
Didukung 3 orang staf .

Suasa Pembukaan TOT saat berlangsung

Ibu Bapak Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.

Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa saat ini kita berada dalam suatu kondisi yang sedang tidak baik-baik saja. Banyak sekali problematika yang kita hadapi, apakah sebagai individu, anggota masyarakat, warga negara maupun sebagai warga dunia. Semua aspek bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan membutuhkan kewaspadaan kebijaksanaan, atau kehati-hatian. Ditambah lagi siapapun termasuk negara sudah tidak bisa membendung arus teknologi informasi, komunikasi yang kemajuannya begitu pesat. Kita berada di era digital 4.0 bahkan 5.0… 

Menghadapi semua itu kita tidak bisa lagi mengatakan “alon-alon asal kelakon, alon2 sing penting selamet”, terimo in pandum, mangan gak mangan asal kumpul.  

Sebagaimana Allah berfirman dalam Surt Ar-Ra’d ayat 11 :
Innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiruu maa bi anfusihim ( Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri).

Di dunia pendidikan, tidak cukup hanya berorientasi pada capaian mencerdaskan kehidupan bangsa dengan peguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan dituntut juga untuk mampu membentuk karakter sesuai harkat dan martabat sebagai manusia yang berbudi pekerti yang luhur serta memiliki identitas dan jati diri yang kokoh sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain dalam wujud toleransi dan mengakui perbedaan. 

Dalam konteks relegius, dulu di era generasi Y, sepertinya tidak ada masalah tapi sekarang di era generasi milenial, generasi Z, ternyata agama , keyakinan, kepercayaan sangat berpotensi sebagai sumber konflik kalau pemahaman yang disampaikan tidak tepat dan tidak proporsional. Di Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tentu oleh kelompok tertentu bisa digunakan sebagai alat propaganda untuk mengikuti paham mereka dan menyebarkan sikap intoleransi dan juga radikal. Ujung-ujungnya mereka mengajak untuk melakukan aksi terorisme. Agama digunakan sebagai alat propaganda untuk mengembangkan sikap intoleransi dan radikalisme tidak hanya agama Islam namun agama2 lain juga berpotensi digunakan sebagai alat propaganda. Jadi yang Namanya tindak pidana terorisme tidak ada hubungannya dengan agama Islam, atau agama yang lain.Tindak pidana terorisme adalah kejahatan extra ordinary crime. Siapapun pelakunya harus mendapatkan sanksi hukum. 

Ibu Bapak, dalam upaya agar agama tidak disalahgunakan oleh kelompok2 yang tidak bertanggungjawab, maka perlu dilakukan kegiatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan memberikan pemahaman yang benar dan juga menyampaikan narasi-narasi kontra radikalisme. 

FKPT Jatim periode Tahun 2022-2025 akan berusaha untuk lebih aktif dan lebih kreatif melakukan upaya-upaya mencegah radikalisme dan terorisme di Jawa Timur melalui berbagai kegiatan yang kongrit dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah se-Jawa Timur.  Untuk itu FKPT Jatim akan mengajak seluruh komponen masy, terutama Pemerintahan Daerah Provinsi Jatim, Pemerintah  Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur dan Lembaga Pendidikan. juga seluruh organisasi Kemasyarakatan di Jawa Timur untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya mencegah radikalisme/terorisme di Jawa Timur.

Melalui kegiatan hari ini kami sangat berharap ibu bapak guru menjadi pelopor moderasi beragama karena kami menyakini bahwa moderasi beragama menjadi salah satu strategi untuk mencegah radikalisme dn terorisme di Indonesia. Kami sangat berharap ibu bapak guru juga mampu menyebarkan virus kepada seluruh anak didik bagaimana memaknai kehidupan beragama dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945. Saya berharap spt halnya pandemic covid’19, moderasi beragama juga menjadi pandemic yang mampu membentuk sdm Indonesia yang memiliki jati diri, insan yang berakhlaq mulia, berwawasan kebangsaan dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. 

Demikian hal2 yang dapat kami sampaikan. Akhirnya tiada gading yang tak retak, mlaku-mlaku nang gunung anyar ojo lali karo kampus ijo, atas nama panitia, kami mohon maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan.

Acara yang dimulai tepat waktu pukul 09.00 ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari para perwakilan guru TK, SD, SMP dan SMA Se-Jawa Timur.

Kabid Agama Sosial dan Budaya Jawa Timur Muchamad Arifin selaku pelaksana acara TOT ini berharap dapat berjalan dengan baik. 

Sumber: Area TOT BNPT-FKPT Jatim
Editor   : Muchamad Arifin

lensa_fkptjatim.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.