MASJID AL MUBARROK: MODERASI BERAGAMA DALAM ISLAM

Lensadakwah.com - Keanekaragaman itu bagian dari sunnatullah yang harus disyukuri sedangkan menyatukan keanekaragaman itu bagian dari ikhtiar yang wajib dilaksanakan.


Ustad Muchamad Arifin saat menyampaikan ceramahnya

Hal diatas yang disampaikan oleh ustad Muhammad Arifin dalam ceramahnya di Masjid Al Mubarrok yang beralamatkan di Jalan Mastrip 1 no. 5 Tuban. Ahad, 24/07/22.

Dalam ceramahnya ustad yang sehari-harinya menjabat sebagai Kabid Agama Sosial dan Budaya di Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme  Perwakilan Jawa Timur (BNPT-FKPT) menyampaikan Moderasi Beragama dalam Islam.  

Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersatu dan melarang cerai berai. Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.QS. Ali Imran:103


Kita harus bersyukur hidup di negara yang makmur dan subur penuh dengan keanekaragaman budaya yang ada di dalamnya. Tugas kita semua adalah bagaimana perbedaan yang ada ini tetap dalam kerukunan penuh kedamaian.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS. Al Hujurat: 13.

Mulia seorang hamba disisi Allah tidaklah diukur dari warna kulit dan keturunan, suku dan lainnya, melainkan ketaqwaannya sisi-Nya. Lanjut kata ustad yang juga pimpinan redaksi lensadakwah.com.

Marilah kita kerikhtiar menjadi manusia yang terbaik dihadapan Allah swt. Yaitu  manusia yang penuh manfaat dan bermakna dalam kehidupan. Rasulullah menyampaikan dalam Hadits-Nya:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).


Marilah kita ikhtiar maksimal untuk menjadi manusia yang terbaik, tidak menjadi manusia yang bermasalah (benalu) di dalam kehidupan baik dalam keluarga, masyarakat, bernegara juga dalam kehidupan beragama.

Salah satu bentuk syukur kepada Allah adalah jika kita bisa menjadikan nikmat yang telah diberikan untuk hal yang bermanfaat. Mari kita baca ayat Allah yang berbunyi :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. Qs. An Nahl: 78.

Lanjut ustad yang juga Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini menjelaskan bahwa: Islam itu agama rahmatal lil 'alamin. Sebagai prakteknya adalah tersebut dalam Hadits-Nya:

Seorang Muslim itu adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya.

Hadits lain yang  diriwayat Bukhari berbunyi, "Seseorang bertanya kepada Nabi, apakah (amalan-amalan) yang ba8ik di dalam Islam? Nabi menjawab: engkau memberikan makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan kepada orang yang engkau tidak kenal.

Selain itu, dalam hadits riwayat An-Nasa'i, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang muslim itu adalah orang yang orang-orangnya manusia lainnya merasa aman (kejahatan) lisan dan tangannya dan orang mukmin adalah orang yang manusia lainnya merasa aman atas darah (jiwa) dan harta mereka."

Dari tiga hadits tersebut menunjukkan bahwa Islam sebagai agama secara normatif memastikan terwujudnya kedamaian dan keselamatan seluruh umat manusia, dan orang muslim tidak lain adalah mereka yang mewujudkan nilai-nilai luhur Islam tersebut.

Adapun, Islam rahmatan lil alamin terdiri dari dua kata, yakni rahmat yang berarti kasih sayang, dan lil alamin yang berarti seluruh alam.

Semoga kajian ini bermanfaat kepada para jamaah Masjid Al Mubarrok ini dan umumnya bagi siapapun yang membaca tulisan ini.

Lensa_ldkpwmjatim.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.