PCA CLURING BAHAS PERNIKAHAN BEDA AGAMA, INI HASILNYA.

Lensadakwah.com - Jagad dunia maya kembali digemparkan dengan pernikahan beda agama. Menikah beda agama menjadi polemik yang tidak hanya menjadi bahasan dari sudut pandang agama saja, namun juga norma-norma agama atau aturan perundang-undangan.

PCA Cluring tanggap hadapi isu yang berkembang tentanv pernikahan beda agama.

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Cluring Banyuwangi Ibu Juwening, S.Pd dengan sigap menanggapi permasalahan ini dengan mensosialisasikan dalam kegiatan "Pengajian Aisyiyah Antar Ranting Se-cabang Cluring" dengan tema "Pernikahan Beda Agama Dalam Perspektif Al-Qur'an Dan Hukum Positif Di Indonesia" di gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Cluring, Ahad (03/06/2022).


Landasan Berkeluarga Dalam Islam


Dalam pandangan umum, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang minimal terdiri dari suami dan istri. Pemilihan pasangan merupakan suatu hal yang penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam membentuk rumah tangga, karena kekuatan bangunan rumah tangga itu sangat tergantung pada suami dan istri sebagai pilar utamanya.


Pilar itu harus kuat, agar bangunan rumah tangga tetap berdiri dengan kokoh dalam menghadapi persoalan kehidupan. "Kekuatan pilar utama itu akan ditemukan pada kekuatan iman dan ketaatan dalam menjalankan tuntutan Allah SWT," tutur pemateri.

Warga turut menyimak materi yang dipaparkan.

Alasan Larangan Pernikahan Beda Agama


1. Melanggar Hukum Agama.

Al-Qur'an dengan tegas melarang pernikahan seorang muslim atau muslimah dengan orang musyrik atau kafir, sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 221. Ayat ini menjelaskan bahwa dadalam menentukan pilihan jodoh untuk dinikahi, pertimbangan utama bukan pada kecantikan, status sosial, dan kekayaan, melainkan keimanan.


2. Melanggar Undang-Undang Perkawinan.

Perkawinan antar agama tidak diatur dalam Undang-undang perkawinan. Didalam Undang-Undang perkawinan No.1 Tahun 1974 tidak dikenal dengan istilah perkawinan antar agama, sebagaimana dalam pasal 2 ayat 1, yaitu: "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya".


3. Tidak Akan Tercapai Tujuan Perkawinan.

- Setiap perkawinan pasti bertujuan untuk mencapai kebahagiaan, keharmonisan, keberkahan, serta mendapatkan ketenangan batin.

- Perkawinan baru akan langgeng dan tentram jika terdapat kesesuaian pandangan hidup antara suami dan istri. Jangankan perbedaan agama, perbedaan budaya, dan status sosial, tidak jarang mengakibatkan kegagalan dalam perkawinan.


Dampak Pernikahan Beda Agama

1. Melahirkan keturunan yang tidak jelas nasabnya. Karena pernikahan beda agama tidak sah menurut hukum Islam, maka terputusnya hak keturunan yang terlahir dari pernikahan beda agama disebut *"Anak garis Ibu"*.

2. Terputusnya hak waris.

Dalam agama Islam, salah satu penyebab orang tidak mendapatkan waris (terputus hak warisnya) yaitu perbedaan agama antara pewaris dan ahli waris.

3. Membuat ketidakpastian dalam memilih agama. Karena biasanya orang tua memberikan kebebasan memeluk agama kepada anak-anaknya


Sikap Aisyiyah Terhadap Pernikahan Beda Agama


Aisyiyah merujuk kepada Muhamadiyah yang telah mentarjihkan atau menguatkan pendapat yang menyatakan tidak boleh menikahi wanita non muslim sesuai keputusan Muktamar Tarjih ke-22 Tahun 1989 di Malang Jawa Timur, dengan beberapa alasan sebagai berikut:

- Ahlul kitab yang ada sekarang tidak sama dengan Ahlul kitab pada waktu zaman Nabi Muhammad Saw.

- Semua Ahlul kitab zaman sekarang sudah jelas-jelas musyrik dan menyekutukan Allah SWT.

- Pernikahan Beda Agama dipastik can tidak akan mungkin mewujudkan keluarga sakinah sebagai tujuan utama pernikahan.

- Insya Allah umat Islam tidak kekurangan wanita muslimah, bahkan realitanya jumlah wanita muslimah lebih banyak dari kaum laki-lakinya.


Kesimpulan

Pernikahan beda agama dilarang karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 221. Pernikahan beda agama juga bertentangan dengan hukum positif yang ada di Indonesia.


Penulis : Suharni - PDA Banyuwangi

Editor : Muhaimin


Lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.