TIGA CARA MENSYUKURI NIKMAT

Lensadakwah.com - Bersyukur itu sebuah keharusan yang harus dilakukan. Inilah yang disampaikan ustad Sunarko dalam kajian ba'da Maghrib di Masjid At Taqwa Pogot Surabaya, 17 Juli 2022.

Ustad Sunarko

Ketua Lazismu Muhammadiyah Surabaya ini dalam kajiannya menyampaikan seputar pentingnya bersyukur.

Ada tiga cara kita melakukam syukur ungkapnya.

1. Syukur dengan hati. Semua nikmat dari Allah bukan dari manusia. Kita harus menyadari bahwa semua nikmat itu datang dari Allah dan kita harus siap jika suatu saat dimintak oleh Allah.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. An Nahl: 18

2. Syukur dengan lisan. Lisan dititipkan oleh Allah kepada kita masing-masing agar kita selalu menjaga lisan kita. Karena lisan merupakan sumber fitnah. Oleh karena itu kita harus bisa menjaganya.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. QS. Dhuha: 11

3. Syukur dengan jasmani. Memanfaatkan jasmani kita untuk berbuat baik. Apa yang diberikan oleh Allah kepada kita sesungguhnya harus kita jadikan alat untuk ibadah.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". QS. Lukman: 12

Beberapa cerita seputar orang-orang  yang selalu bersyukur ikut mengiringi dalam ceramahnya. 

Sebelum mengakhiri kajiannya ustad yang juga wakil ketua takmir Masjid At Taqwa Pogot ini menyampaikan bahwa harta yang kita syukuri bagaikan baju yang selali dicuci. Sedangkan orang yang tidak bersyukur itu bagaikan memiliki baju yang tidak pernah di cuci.

Dari cerita diatas bisa kita bayangkan apa yang terjadi kalau baju tidak pernah dicuci? Pastinya kotor dan bau gak enak. Lain dengan bajubyang selalu dicuci pastinya bersih dan segar.

Cerita yang pernah terjadi pada dirinya  yaitu ketika Allah mengujinya dengan sakit struk menjadi inspirasi tersendiri bagi jamaah. Karena salah satu upaya untuk menjadi sehat kembali adalah dengan shadaqah. 

Penulis : Arifin

Lensa_ldkpwmjatim



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.