BNPT-FKPT HADIRI UJI PUBLIK MODUL

Lensadakwah.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (BNPT-FKPT) Jawa Timur menghadiri kegiatan Uji Publik Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Angkatan 1, yang diselenggarakan oleh Direktorat Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementrian Agama Republik Indonesia. Kamis, 4 Agustus 2022.



Saat melakukan pendampingan telaah modul ajar moderasi beragama

Ketua Bidang Agama Sosial dan Budaya BNPT-FKPT Jatim Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber dalam kegiatan Uji Publik Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti bermuatan moderasi beragama.

Dalam kegiatan Uji Publik Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti bermuatan moderasi agama tersebut dihadiri oleh tim penyusun modul dan para penelaah yang terdiri dari utusan guru yang ditunjuk dari Kementrian Agama dan Kemendiknas.

Kepada media Muchamad Arifin menyampaikan ditengah acara tersebut, bahwa materi moderasi beragama harus diberikan kepada anak didik sejak dini dengan harapan para anak didik memiliki rasa toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dimana negara kita Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman.

Modul buku yang sedang ditelaah bersama tim ini diharapkan bisa dijadikan sebagai pegangan dan pedoman serta acuan dalam pendampingan segala mata pelajaran di sekolah. 


Pria yang pernah mendapatkan piagam dari Musium Rekor Dunia Indonedia (MURI) atas kepeloporannya dalam lomba guru pelopor moderasi beragama ini menyampaikan, bahwa moderasi beragama dalam beragama adalah mengamalkan ajaran agama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik kanan ( pemahaman dan pengamalan agama secara berlebihan, sangat kaku) maupun ekstrim kiri (pemahaman dan pengamalan agama yang sangat liberal).

Lanjut Kabid Agama Sosbud menyampaikan bahwa kita hidup di Negara Indonesia, negara yang sangat heterogen, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, adat istiadat dan juga budaya.

Dalam kondisi masyarakat yang heterogen ini, moderasi beragama sangat penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari  karena dengan moderasi maka akan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis. 

lensa_fkptjatim.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.