FKPT JATIM BAHAS ANCAMAN EKSTREMISME

Lensadakwah.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menghadiri acara pertemuan Nasional Multipihak " Mengenali dan Menghadapi Ancaman Digitalisasi Ekstremisme Berkekerasan" yang diselenggarakan di Hotel Savoy Homann Bandung. Rabu, 31 Agustus 2022.

Kabid Agama Sosial Ekonomi dan Budaya FKPT Jawa Timur Muchamad Arifin yang hadir dalam acara tersebut menyampaika bahwa:


H. Abdul Wahid, S.PdI., M.Si
Selaku Senior Program Officer HAM dan Demokrasi INFID.


Acara yang diselenggaralan oleh International NGO Forum on Indonedia Development ini dihadiri dari beberapa delegasi diantaranya :


Acara yang diawali dengan tes antigen ini dilaksanakan tepatnya di ruang The Palace lantai 1 Hotel Savoy Homann Bandung. 

Hadir dalam kegiatan tersebut H. Abdul Wahid, S.PdI., M.Si Selaku Senior Program Officer 
HAM dan Demokrasi INFID.

Dalam sambutannya Abdul Wahid menyampaikan seputar ancaman ekstremisme berkekerasan melalui teknologi digital. Penyebaran ektremisme kekerasan melalui digital ini tidak boleh dibiarkan.

Invid mengajak untuk mencegah potensi kekerasan yang terjadi baik yang dilakukan baik secara online maupun offline. Inilah pesan Senior Program Officer 
HAM dan Demokrasi INFID.


Rizka Antika selaku program officer promoting terance and respect for Diversity INFID

Lanjut penjelasan dari Rizka Antika selaku program officer promoting terance and respect for Diversity INFID sebelum beberapa narasumber menyampaikan.

Paparan narasumber dipimpin oleh narasumber A. Diana Handayani dari KPI Jawa Barat.

Materi pertama dalam acara tersebut adalah " Mengenali Tren Ancaman Digitalisasi Ekstemisme Kekerasan : Cara Kerja Media Sosial untuk Dakwah Kekerasan dan Hate Speech Media Sosial ".

Kekuatan media sosial jauh lebih besar dalam mempengaruhi ekstremisme kekerasan dibanding di  dunia riil.

Materi tersebut disampaikan oleh tiga narasumber: Ismail Fahmi dari Drone Emprit dan Maksum Rasyid dari BPET MUI, Kali Mardiasih dari Jaringan Gusduriah.


Foto saat paparan materi pertama berlangsung

Paparan yang disampaikan dalam waktu satu jam (10.00-11.00) tersebut yang secara rinci materi tidak ditulis di media ini cukup membuat peserta lebih memahami terhadap ancaman ekstremisme kekerasan dimedia sosial yang berkembang saat ini.

Lensa      : fkpt jatim
Redaktur: Muchamad Arifin




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.