INI CARA MENUJU HIDUP BAHAGIA

Lensadakwah.com - Hidup bahagia merupakan harapan semua hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Inilah yang disampaikan ustad Muchamad Arifin dalam kajian ba'da shubuh di Masjid Bahagia Jalan Makan Peneleh no. 37 Surabaya.


Ustad Muchamad Arifin

Kuliah shubuh yang disampaikan oleh ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur tersebut dimulai pukul 05.15 dan berakhir pukul 06.30 dengan mengambil tema Menuju Hidup Bahagia.

Dalam uraiannya ketua LDK PWM Jatim yang sering dipanggil ustad Arifin ini menyampaikan bahwa ada beberapa jalan untuk menuju hidup bahagia. Diantara jalan itu ada tiga yang ingin saya sampaikan. Ungkapnya kepada jamaah.

Selanjutnya dalam pantauan lensadakwah.com kepada jamaah ustas Arifin menyampaikan Tiga jalan yang dimaksut di atas. Tiga jalan yang dimaksut adalah :

1. Selalu Bersyukur

Marilah kita belajar mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Namun bukan berarti kita puas dan tidak mau ikhtiar. Karena yang dimaksud disini adalah setelah kita melakukan ikhtiar atau berusaha kemudian berdoa dan berlanjut tawakal. Kemudian hasilnya kita nikmati dengan rasa syukur. 

Dalam Al Qur'an Allah menjelaskan:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS. Ibrahim: 7

Bersyukur bisa membuat kita merasa lebih tenang dan bahagia. Tak bisa dimungkiri, ada banyak kenikmatan yang diberikan Allah sejak kita masih di alam kandungan hingga kita lahir sampai sekarang sekarang, seperti kita bisa mendengar, bisa melihat, berpikir dan seterusnya.

Penjelasan di atas yang disampaikan melaui vidio proses manusia di alam kandungan menjadikan para jamaah kelihatan khusu' dalam mengikuti kajian shubuh tersebut.

Lanjut ustad Arifin menyampaikan ayat yang berbunyi:

 وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. QS. An Nahl: 78

Suasana kajian dipadati  jamaah

2. Mampu Menyelesaikan Masalah 

Betapa bahagianya kita ketika menghadapi masalah kemudian kita bisa menyelesaikannya. Allah melalui wahyunya menyampaikan :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًاوَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“…dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya) (2) Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga (terlintas di hatinya).Qs. At – Tholaq: 2-3

Dalam menjelaskan ayat di atas ustad Arifin mengajak memperhatikan sebuah vidio motivasi yang telah diputarnya. Dimana pada vidio tersebut diceritakan seorang pekerja onjol yang istrinya sakit dan rumah kontrakan yang ditempatinya habis. 

Nampak dalam cerita tersebut pria pekwrja onjol terus iktiar dan tidak lupa  ibadah yang tidak pernah dilupakan. Lanjut cerita, maka Allah mendatangkan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yaitu seorang penunpang yang sangat dermawan. Dan akhirnya semua bisa diatasi. 

Nampak semangat jamaah dalam mengikuti kajian

3. Berpikir Positif

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. QS. Al Hujurat: 12

Kembali mengajak kepada para jamaah untuk diajak menyaksikan sebuah vidio yang menceritakan kehidupan lebah dan lalat. Kenapa lebah menghasilkan madu sedangkan lalat menghasilkan kuman? Karena beda angan-angan. Kalat lebah pagi hari berangkat dalam pikirannya yang dicari bunga yang segar dan harum sedangkan lalat pagi hari terbang dalam pikirannya yang dicari adalah kotoran yang bau. 

Oleh karena itu marilah kita selalu berpikir positif. Apa yang ada dalam pikiran akan menghasilkan pola tingkah dan pola tingkah menghasilkan pola hidup. red.

lensa_ldkpwmjatim


Sumber: Kajian Ba'da Shubuh Masjid Bahagia Surabaya.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.