MENJADI MUSLIM BERKEMAJUAN

Lensadakwah.com - Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Surabaya gelar kajian Matahari Terbit pada hari Ahad, 7 Agustus 2022 di Masjid Jenderal Sudirman Jalan Darmawangsa no. 2 Surabaya.


Suasana Kajian Matahari Terbit

Kajian yang dimulai pukul 06.30 dan berakhir pukul 08.00 tersebut diikuti oleh pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, Amal Usaha, Ortom dan Ranting se-Cabang Gubeng Surabaya.

Dalam kajian tersebut nampak hadir sebagai narasumber adalah Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhmadiyah Jawa Timur ustad Muchamad Arifin dengan mengambil tema "Menjadi Muslim Berkemajuan".

Banyak jalan untuk bisa menjadi Muslim Berkemajuan. Namun dalam kajin kali ini yang ingin saya sampaikan adalah beberapa hal yang dapat menjadi kendala untuk bisa jadi muslim berkemajuan. Ungkap ketua LDK Muhammadiyah Jatim pada jamaah.

Ada tiga masalah yang perlu kita perhatikan. Tiga masalah itu adalah :

Perkembangan Teknologi Digital. 

Perkembangan teknologi digital telah melaju dengan  begitu cepat ikut membawa dampak bagi kehidupan manusia di mana pola kehidupan pun ikut berubah menjadi serba digital. Nyaris tidak ada gerakan yang tanpa melibatkan teknologi digital.

Menperhatikan hal di atas, maka kita harus bisa menjadikan teknologi digital dengan penuh manfaat dan salah satunya adalah untuk media dakwah. Menjadi juru dakwah dengan menggunakan media digital lebih mudah untuk saat sekarang.

Pengaruh negatif lainnya dari perkembangan medsos bagi masa depan generasi muda adalah semaraknya perjudian online juga pornografi maupun porno aksi dilingkungan masyarakat yang susah dideteksi dan semakin meresahkan.
Mari kita pastikan menggunakan gadget dengan bijak penuh manfaat. Saring sebelum shaering

Isu radikal-teroris

Isu soal radikal teroris yang pada saat sekarang mencuat diberbagai media sosial merupakan dampak dari menjamurnya intoleran ditengah keanekaragaman yang ada. Dan intoleran ini dilarang dalam agama. Karena intoleran itu sesungguhnya merupakan penyakit hati ( iri  dengki, hasud dan sombong) yang harus disadari dan diselesaikan karena merupakan penyakit yang berbahaya dam dilarang dalam agama.

Intoleran jika tidak segera diatasi akan menjadi rencana jahad yang disebut dengan radikal. Dan yang paling berbahaya ketika radikal ini terjadi pada tokoh agama atau masyarakat apalagi pemerintah. Karena radikal itu bisa ada pada siapa saja. 

Islam itu agama yang mengedepankan toleransi dalam praktek hidup beragama. Lakum dinukum waliyadin dan juga sejarah munculnya perjanjian  Hudaibiyah  merupakan bukti Islam itu agama toleran dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu kita jangan pernah terkecoh oleh kelompok maupun individu yang sering mengeluarkan kata radikal. 

Selanjutnya ustad yang juga Kabid Agama Sosial dan Budaya di Badan Nasional Penanggulangan Teroris perwakilan  Jawa Timur (FKPT) ini menjelaskan bahwa akibat dari aksi teror atau teroris itu tidak lepas dari adanya intoleran yang dibiarkan kemudian berlanjut keradikal dan berujung ke teroris.

Selanjutnya ketua LDK Muhammadiyah Jawa Timur yang pernah mendapatkan piagam di Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini mengajak kepada jamaah agar kita bisa menjadi manusia yang selalu bermanfaat bagi sesama. 
Islam Agama yang toleran. Jadi sangat tidak berdasar jika Islam dituduh sebagai agama yang intoleran

Proxy War.

Proxy war adalah merupakan perang modern yang dimana dalam melakukan perlawanan atau menjajah dengan menggunakan pihak ketiga. Dan salah satu dari amonisinya adalah narkoba. 

Peredaran gelap narkoba merupakan bagian dari perang modern yang salah satu tujuannya adalah menghancurkan generasi muda. Dalam data BNN generasi meninggal dunia 2-3 generasi muda meninggal dunia dalam setiap jamnya akibat menyalahgunaan narkoba.

Modus peredaran jenis narkoba berbentuk cair seperti ganja cair, sabu cair dan jenis lainnya yang serba cair dengam modus menyalahgunaannnya menggunakan rokok elektrik semakin sulit untuk di deteksi. 

Beberapa kasus peredaran narkoba yang ditunjukkan melalui paparan dilayar lcd menjadikan para jamaah semakin paham dan menyadari bahwa Indonesia dalam darurat narkoba.
Narkoba adalah musuh bersama. Mari kita pastikan generasi muda kita jauh dari pengaruh peredaran dan penyalahgunaan narkoba


Sumber: Kajian Matahari Terbit Majelis Tabligh PCM Gubeng Surabaya, 7 Agustus 2022.

lensa_ldkpwmjatim







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.