UMUR ITU SEPERTI LILIN YANG MENYALA

Umur kita bagaikan lilin yang menyala. Pada akhirnya akan habis  kita tidak tahu seberapa panjang lilin kita masing-masing.
Lensadakwah.com - Kajian Rabu ba'da Shubuh di Masjid At-Taqwa yang beralamatkan di Jalan Pogot no. 1 Surabaya yang diasuh ustad Nurcholis Huda, 3 Agustus 2022 menyampaikan materi seputar Ziarah Kubur.


Ustad. Nurcholis Huda

Dalam muqaddimahnya ustad Nurcholis yang juga penasihat takmir Masjid At-Taqwa menyampaikan bahwa; Kita sadari atau tidak bahwa waktu terus berjalan. Dari detik kemenit, dari menit kejam, dari jam kehari, dari hari kebulan, daribulan ketahun dan seterusnya.

Usia yang diberikan oleh Allah semakin berkurang. Demikian juga dengan kesehatan, pandangan mata, daya berpikir dst. Intinya kita kita akan semakin dekat dengan kematian.

Umur kita juga seperti es yang jika dibiarkan akan habis mencair dengan sendirinya.

Karena itu mari kita bertaubat dan beramal salehsebelum sakaratul maut tiba. Sebab ketika sakaratul telah tiba, maka taubat kita sia-sia. Sebagaimana yang pernah dialami oleh Raja Firaun. Sebagaimana dalam firman-Nya:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". QS Yunus: 90.

Dalam ayat selanjutnya merupakan jawaban Allah ketika Firaun menyatakan beriman:

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. QS. Yunus: 91.

Sebagai pelajaran dan pengingat bagi manusia setelahnya, maka Allah berfirman:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. QS. Yunus: 92.


أتيتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عاشرَ عشرةٍ , فقال رجلٌ من الأنصارِ : من أكيَسُ النَّاسِ وأكرمُ النَّاسِ يا رسولَ اللهِ ؟ فقال : أكثرُهم ذِكرًا للموتِ وأشدُّهم استعدادًا له أولئك هم الأكياسُ ذهبوا بشرفِ الدُّنيا وكرامةِ الآخرةِ .

Bersama sepuluh orang, aku menemui Nabi SAW lalu salah seorang di antara kami bertanya, 'Siapa orang paling cerdas dan mulia wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat'.'' (hadits riwayat Ibnu Majah).

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.

“Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259).


Suasana jamaah mendengarkan kajian rabu ba'da shubuh.

Kematian itu datang misterius. Tidak terikat dengan waktu. Orang mati tidak harus sakit dahulu juga tidak harus menunggu tua. Tidak menunggu siap atau tidak siap  kapan saja bisa datang. Maka siap tidak siap harus siap. 

Karena itu sebagaimana Hadits di atas bahwa orang cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian dan banyak mengumpulkan bekal untuk hidup diakhirat.

Selanjutnya ustad yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini melanjutkan dengan pembahasan materi Ziarah Kubur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian kepada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan)

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَقَدْ اُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ اُمِّهِ فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُاْلآخِرَةَ

Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin ke makam ibunya, maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. HR. Turmudzi.

Rasulullah pernah melarang ziarah kubur. Karena khawatir iman para shahabat terpengaruh oleh kebiasaan tradisi jahiliyah yang mendewakan orang mati terutama orang yang terkenal, tersohor dalam hidupnya.

Dalam perjalanan setelah iman dan tauhidvpara sahabat sudah kuat, maka dianjurkan untuk ziarah kubur. Sebagaimana Hadits di atas.

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ، وَلاَ تَقُوْلُوْا هُجْرًا

Aku pernah melarang kalian untuk ziarah kubur, sekarang ziarahilah kubur karena ziarah kubur dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, mengingatkan negeri Akhirat dan janganlah kalian mengucapkan kata-kata kotor (di dalamnya).” (H.R. Al-Hakim).

Doa yang dianjurkan saat berziarah kubur:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian. (HR. Ahmad).

Semoga amalan ibadah kita semua diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Dan semoga tulisan ini bisa mendekatkam diri kita kepada yang Allah swt.

Sumber : Kajian ustad Nurcholis Huda

Editor    : Muchamad Arifin

lensa_ldkpwmjatim



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.