VITAMIN HATI (Bagian ke 2)

Lensadakwah.com - Kajian Rabu ba'da shubuh, 31 Agustus 2022 di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya masih melanjutkan materi delapan vitamin hati lanjutan dari kajian rabu pekan sebelumnya.

Foto: Ustad Nurcholis Huda saat menyampaiakn kajian

Dalam pantauan lensadakwah.com kajian pada rabu ba'da shubuh pekan lalu masih terbahas pada nokor urut 1 dan 2 saja, yaotu : 1). Shalat dan 2). Membaca Al Qur'an.

Kajian rutin ba'da shubuh yang diasuh  oleh ustad Nurcholis Huda pagi ini melanjutkan pada pembahasan lanjutan nomor:

3. Gemar Shadaqah

Apa yang disapat dari shadaqah ? Salah satu manfaat dari shadaqah adalah terhindar dari rasa cemas.  Marilah kita kaji bersama ayat yang terkait dengan shadaqah. 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS. Al Baqarah: 274

Ada tiga pahala pagi hamba yang gemar shadaqah: 1). Mendapatkan pahala dari Allah 2). Hatinya dibebaskan dari rasa cemas 3). Hatinya dibebaskan dari rasa takut.

حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَة (رواه الطبراني 


Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah. (HR Ath-Thabarini).  


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. QS. Al Baqarah: 264


Kebaikan yang sesungguhnya adalah ketika anda siap mengorbankan sesuatu yang anda butuhkan


 Sudahkah kita siap menjadi hamba yang baik dengan mengorbankan atau menginfaqkan harta yang kita cintai ? Jawabannya ada diri kita masing-masing. Selamat menjadi hamba yangvterbaik dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Sumber   : Kajian Masjid Attaqwa 

Redaktur : Mucaad Arifin






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.