CERIA KUNCI KADER MUHAMMADIYAH

Lensadakwah.com - Madrasah Muhammadiyah 25 Surabaya selenggarakan pengajian rutin keliling bagi murid  kelas 6


Foto: Suasana Kajian Berlangaung

Banyak cara mendapatkan ilmu, tidak hanya disekolah, dan bersama guru mendapatkan ilmu. Mendapatkan ilmu bisa melalui berbagai cara salah satunya dengan mengukuti pengajian keliling.

Program pengajian keliling dari rumah ke rumah tidak saja sebagai wahana silahturahmi, program tersebut dapat sebagi wadah siswa menambah keilmuan serta wawasannya dengan menghadirkan narasumber yang tentunya mengisnpirasi seperti pengajian kali ini 3/9/2022 di kediaman ananda Diandra

Pengajian keliling tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, program tersebut juga dapat memeberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang segar dan tentunya fun. ungkap Aksar Wiyono, M.Pd.I selaku Waka Ismuba M25. Saat ditemui kontributor klik mu

Ustadz Maliki,M.P.d selaku sekretaris PCM Kenjeran serta menjabat sebagai Kepala sekolah SD Muhammadiyah 19 menjadi narasumber pada acara tersebut.


Ustad Maliki saat tausiyah

Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa menjadi kader Muhammadiyah harus "ceria" tegasnya.

"C" cerdas, menjadi kader Muhammadiyah harus cerdas. Hal ini tertuang dalam Qur'an surat azzumar ayat ke 9 "adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahuinya? Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

"E" Empati, sebagai kader Muhammadiyah harus memiliki empati. Empati, dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kalau melihat temannya kesulitan belajar langsung dibantu mengajarinya.

"R" Religius, kader Muhammadiyah harus memiliki religius yang mumpuni. Ketika mendengar adzan berkumandang, langsung bergerak tinggalkan semua aktivitas untuk menuju panggilan Allah.

"I" Innovasi, kader Muhammadiyah harus memiliki innovasi. Manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya ciptaan Allah yang tertuang dalam Qur'an surah attin, maka manusia harus melakukan perubahan-perubahan lebih baik dalam hidupnya.

"A" akselerasi, akselerasi atau percepatan harus ada dalam kader Muhammadiyah, hal ini untuk menunjang perubahan dari masa ke masa yang lebih baik.

" Alhamdulillah ustadz banyak ilmu yang saya dapat, saya juga jadi tau rumah diandra. Pokoknya seru banget" ungkap Ersya salah satu peserta pengajian keliling.

Alhamdulillah acara pengajian kali ini berjalan dengan lancar, semoga melalui program ini dapat meningkatkan keilmuan, keimanan dan ketaqwaan serta dapat menjalin erat silaturahmi, tentunya. Alip-Aksar.red.

Lensa_ldkpwmjatim


Redaktur: Muchamad Arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.