MENJAGA IMAN DENGAN TIGA HAL

Lensadakwah.com - Menjaga Iman dengan menjaga tiga hal. Inilah tema kajian ba'da shubuh di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya. 14 September 2022.

Ustad Nurcholis Huda

Ada tiga yang harus kita jaga untuk dapat menjaga iman kita, yaitu: Menjaga lisan, menjaga pandangan dan menjaga amanah. Kata ustad Nurcholis Huda di depan para jamaah kajian rutin ba'da shubuh di Masjid At-Taqwa. 

Menjaga Lisan

Ustad Nurcholis mengawali kajian dengan sebuah riwayat. 

Suatu hari Lukman Hakim menyembelih kambing. Lalu seorang juragan berkata: Pak Lukman tolong berikan kepadaku bagian daging yang paling bermanfaat untu manusia.

Tidak lama Lukman mengambil daging lalu diberilan kepada orang itu. Ternyata daging yang diambil ada dua macam, yaitu lidah dan hati.

Setelah diberikan daging pada orang tersebut, kemudian mintak lagi kepada Lulman: tolong pak Lukman berikan aku daging yang paling berbahaya bagi manusia? 

Lukman bergegas mengambil lagi dua daging yang sama, yaitu lidah dan hati. Lalu diberikannya kepadanya. Orang tersebut tanyak. Kok sama ? Lukman hanya tersenyum. Dan orang itu paham apa yang dimaksut lukman dengan memberikan dua jenis daging yang sama tersebut.

Lanjut ustad Nurcholis membacakan ayat :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. QS. Qaaf: 18

Banyak informasi yang kita dengar dan banyak kejadian yang kita saksikan. Tetapi tidak semua harus kita ceritakan. Orang yang menceritakan semua yang diketahui dan apa yang didengar sesungguhnya ia telah membawa doa dan dusta yang banyak.

Cukuplah sempurna dusta seseorang kalau dia menceritakan semua yang dia dengar. HR. Muslim

Ustad Nurcholis kembali membacakan ayat yang berbunyi:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. QS. An Nisa: 114.

Ucapan yang baik adalah ucapan yang berisi tentang kebaikan. (Sedekah amal ma'ruf nahi munkar). Diluar itu biasanya ngelantur kemana-mana yang berisikan gossip yang tidak karuan.

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (H.R. al-Bukhari).

عليك بطول الصمت فإنه مطردة الشيطان وعون لك علي أمردينك

Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (H.R. Ahmad).

Menjaga Pandangan

Yang kedua dari cara memperkuat iman adalah dengan menjaga pandangan mata kita. Sebagaimana dalam firman-Nya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". QS. An Nur: 30

Mata adalah jendela perbuatan. Lewat mata orang bisa berbuat baik maupun jahat. Jila mata tidak terkendali, maka bisa berbuat apa saja.

Darimana datangnya linta, dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini lalu melanjutkan dengan membaca ayat:  

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An Nisa: 31

Para wanita mukmin tidak hanya menjada pandangannya tetapi juga harus menjaga auratnya. Tegas ustad Nurcholis Huda kepada para jamaah.

Menjaga Amanah 

Amanah adalah kepercayaan. Iman, amanah, aman berasal dari kata yang sama. Maka orang yang beriman pasti menjaga amanah. Setiap amanah ditangan orang yang beriman pasti aman.

Allah memerintahkan kita menyampaikan dan melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. QS. An Nisa: 58

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya

Orang-orang yang menjaga amanah adalah orang yang hidupnya bahagia.

Lanjut ustad Nurcholis mengaskan bahwa: Tidak ada artinya bagi orang yang tidak melaksanakan amanah. Dan tidak ada artinya beragama bagi mereka yang tidak menepati janjinya.

Juga mereka yang biasa tidak menepati janjinya maka tidak ada artinya beragama. Artinya berbuatan baiknya sia-sia.

Lensa_ldkpwmjatim


Sumber  : Nurcholis Huda

Redaktur: Muchamad Arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.