PASTIKAN IBADAH KITA BERBUAH AKHLAK

Lensadakwah.com - Praktek Ibadah itu jika diibaratkan pohon, maka akidah itu akarnya, batang pohon itu ibadahnya sedangkan buah itu akhlaknya. Inilah yang disampaikan Muchamad Arifin dalam kajian Ahad Ba'da Shubuh di Masjid Remaja Kalilom Lor Surabaya.Ahad, 4 September 2022.


Kajian ba'da shubuh di Masjid Remaja Kalilom Surabaya

Panggilan akrap ustad Arifin ini mengajak kepada para jamaah agar ibadah yang kita lakukan bisa berbuah dengan akhlakul karimah. 

Ustad yang juga Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini menukil sebuah ayat terkain kewajiban kita yang harus dilakukan agar akidah kita kokoh tak tertandingi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. QS. An Nisa: 136.


Sebagai cara untuk memperkuat akar ibadah kita, maka mari kita dirikan ibadah kita di atas iman yang kokoh dengan mengikuti dan melaksanakan sebagaimana panggilan pada Ayat-Nya di atas.

Merasa dalam hidup diawasi oleh Allah itu merupakan cara mengaplikasikan iman kepala malaikat Raqib dan Atit yang ditugaskan untuk mencatat amal ibadah hambaNya tidak pernah berhenti.

Lanjut ustad Arifin mengajak memperhatikan ayat yang berbubyi:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. QS. Ali Imran: 5

Demikian halnya iman kepada kitab Suci Al Qur'an. Tidak boleh ada rasa ragu akan isinya. Karena Al Qur'an adalah wahyu Allah yang salah satu tujuannya adalah sebagai pelajaran, petunjuk dan nasihat. Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya:
هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ

(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Ali Imran: 138


Sebagai umat Islam yang beriman kepada Al Qur'an tidak boleh ragu dalam menjalankan. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah dalam ayat yang berbunyi:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. QS. Al Baqarah: 2

Beberapa gambar dan vidio yang ditampilkan dalam layar guna mendukung penjelasan dalam beberapa materi semakin memantapkan para jamaah dalam menyimak kajian yang disampaikan.

Lulusan FIAD UMSurabaya tahun 1996 ini melanjutkan beberapa tantangan untuk mempertahan iman yang kokoh itu pasti ada tantangan dan ujian. Sebagaimana dalam ayat berbunyi :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. QS. Al Baqarah: 214.

Setiap manusia tentunya pernah mengalami ujian dan cobaan. Entah yang ia hadapi dirasakan ringan atau pun sebaliknya. 

Namun dengan cara itu, Allah subhanahu wa ta'ala mengukur atau menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya, apakah kita akan menjauh atau sebaliknya mendekat dan bertawakal kepada-Nya.

Yang jelas. Hakikatnya, ujian mencerminkan kasih sayang dan keadilan Allah subhanahu wa ta'ala pada hamba hamba-Nya yang beriman. Allah  ''tidak rela'' menimpakan azab yang tidak terperi sakitnya di akhirat kelak, hingga Ia menggantinya dengan azab dunia yang ''sangat ringan." Dalam perspektif seperti ini, musibah berfungsi sebagai penggugur dosa-dosa.

Lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.