PROSES PENSUCIAN DIRI

Lensadakwah.com - Kajian ba'da  maghrib di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya, Ahad 11 September 2022 disampaikan oleh Dr. Syamsuddin, MA.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang akrap dipanggil ustad Syamsuddin ini melanjutkan materi kajian sebelumnya terkait dengan proses pensucian diri.


Ustad Dr. Syamsuddin, MA

Dalam muqaddimahnya ustad Syamsuddin mengutip sebuah ayat yang terdapat dalam QS. Al Ma'arij: 20-21.

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.

Ustad Syamsuddin menjelaskan bahwa, apabila dia ditimpa sedikit kesusahan atau musibah, dia berkeluh kesah, Jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir.

Lanjut ustad yang juga dosen UINSA ini mengutip QS. Yunus: 12

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.


Kepada para jamaah ustad Syamsuddin mengajak bisa terhindar dari sifat yang tidak baik, maka kita harus menjaga shalat kita. Karena shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Shalat merupakan penjaga diri dari perbuatan keji yang dapat merusak sifat baik manusia. Oleh karena itu mari kita jaga betul kekhusukan shalat kita.

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. QS. Al Mukminun: 2

Masih terkait dengan proses pensucian diri ustad Syamsuddin melanjutkan bahwa kita juga harus sadar bahwa dalam harta kita ada hak orang lain yang harus kita berikan.

Hadirnya Lazismu di Muhammadiyah merupakan salah satu cara Muhammadiyah mengingatkan kepada warga Muhammadiyah khususnya akan hak orang lain dalam harta kita.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS. At-Taubah: 103.

Ustad Syamsuddin juga menyampaikan bahwa iman kepada yang ghoib juga bagian dari cara mensucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selama ini iki mau berperilaku jujur, amanah dan menjalankan perintaj Allah serta menjahui larannyan-Nya itu karena kita percaya akan datangnya hari pembalannya. Kata ustad Syamsuddin menegaskan sebelum mengahiri ceramahnya.

Lensa_ldkpwmjatim


Redaktur: Muchamad Arifin


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.