TAUSIYAH KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH, AWALI RAKER INI

Lensadakwah.com - Takmir masjid Al Mukhlish menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2022-2023 sekaligus Family Gathering Muhammadiyah - Aisyiyah ranting Kemayoran. Sabtu - Ahad (24-25/9/2022).

Dr Samun MAg memberikan tausiyah saat raker takmir masjid Al Mukhlish

Raker yang digelar di Vila Kodok Prigen Kabupaten Pasuruan diikuti oleh sekitar 95 jamaah, baik bapak-bapak, ibu-ibu, remaja serta anak-anak yang tergabung dalam PRM, PRA, dan AMM ranting Kemayoran.

Dalam sesi pembukaan, raker dimulai dengan kajian singkat yang disampaikan oleh ust Dr Samun MAg yang merupakan anggota Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Dalam tausiyahnya didahului dengan kisah masuknya Islam ke Indonesia yang bercampur dengan berbagai paham sinkretisme sehingga perlu pemurnian agar tidak mengganggu ajaran Islam yang sesungguhnya.

"Mari kita bersyukur dengan adanya raker ini, selain kita dapat mendekatkan diri pada Allah di tengah suasana yang sejuk ini, semoga juga dapat memperkuat keakraban dan kekuatan kita sebagaimana ciri Muhammadiyah yang kolektif kolegial."

Muhammadiyah bukan sekedar organisasi, melainkan organisasi dakwah yang dilengkapi dengan seperangkat dasar dan prinsip beragama yang dikenal ideologi ber-Muhammadiyah.

"Salah satu ideologi Muhammadiyah adalah khittah  perjuangan Muhammadiyah, dan kita harus tahu tentang ini."

Khittah Perjuangan Muhammadiyah

Isi Khittah Perjuangan Muhammadiyah yang pertama dikenal dengan 12 langkah ber-Muhammadiyah (1938-1940).

"Dalam kesempatan ini saya hanya menyampaikan 3 dari 12 langkah khittah Perjuangan Muhammadiyah, karena waktunya sangat singkat," ujarnya.
Pertama, memperdalam masuknya iman. Jika kita kaitkan dengan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa memanfaatkan media sosial yang dimana untuk mempermudah kita memperdalam iman, media sosial juga mempermudah kita untuk menambah dosa.

Kedua, memperluas paham agama. Hendaklah paham agama yang sesungguhnya dibentangkan, diujikan dan diperbandingkan sehingga anggota Muhammadiyah mengerti dan meyakinkan bahwa agama Islamlab yang paling benar.

Ketiga, memperluas budi pekerti. Sebagai warga Muhammadiyah sudah seharusnya menyebarkan akhlak yang terpuji dan bukan akhlak yang tercela.

Diakhir tausiyah, ust Samun berpesan kepada seluruh peserta raker, "mari kita kembali pada Muhammadiyah dengan salah satu garis perjuangan Muhammadiyah, dan semoga semangat kita terus bertambah setelah raker ini selesai." (Muha/red).

Lensa_ldkpwmjatim







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.