TRAINING OF TRAINER TARBIYATUL MAR-AH AISYIYAH

Lensadakwah.com - Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Majlis Tabligh, dan Majlis Pembinaan Kader (MPK), mengadakan pelatihan Training Of Trainer Tarbiyatul Mar-ah Aisyiyah yang bertempat di Balai Besar Guru Penggerak ( BBGP) provinsi Jawa Timur (d/h P4TK PKN Dan IPS), Batu Malang (17-18/9/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 21-22 Shafar 1444 H / 17-18 September 2022 M, dengan jumlah peserta sebanyak 94 orang. Setiap Pimpinan Daerah Aisyiyah diwajibkan mengutus 3 orang peserta yang terdiri dari Majelis Tabligh, Majelis Pembinaan Kader (MPK),   serta peserta yang memahami kecakapan dalam IT.

Ibu Asmawati Rasyidah SH MPd Wakil Pimpinan Wilayah Aisyiyah dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya pelatihan Training Of Trainer Tarbiyatul Mar-ah Aisyiyah adalah :

1. Calon fasilitator bisa menambah wawasan keislaman bagaimana perempuan bisa menggunakan dirinya sebagai putri, istri, ibu, dan tokoh masyarakat profesional sesuai tuntunan Islam. Harapannya dengan Training Of Trainer Tarbiyatul Mar-ah Aisyiyah ini menjadi jawaban dari kegundahan para pimpinan Aisyiyah untuk bisa solutif dalam pengkaderan. Menjelang muktamar, Pimpinan Wilayah Aisyiyah masih bisa bergerak untuk membangun peradaban masa depan Aisyiyah.

2. Training Of Trainer Tarbiyatul Mar-ah Aisyiyah adalah sebuah konsep untuk
Peningkatkan kompetensi pimpinan serta mengkolaborasikan semua potensi di majelis. Dilatih menjadi Da'iyah di wilayah masing-masing sesuai kondisi.

3. Menjadi fasilitator yang baik untuk bisa meneruskan program Aisyiyah dimasa mendatang. Dilatih pembekalan sebagai calon seorang putri, istri, ibu, dan profesional dalam koridor Islam. Ibaratnya kita mendidik 1  anak laki-laki seperti mendidik 1 keluarga. Sedangkan mendidik 1 orang perempuan seperti mendidik 1 bangsa.

4. Mengajar versi fasilitator. Mengajar  selain transfer ilmu karena ada kurikulumnya, namun kurang memberi kebebasan dalam menuangkan ide gagasan peserta didik. Kalau fasilitator lebih mampu mengakomodasi gagasan, mempunyai tolak ukur serta tindak lanjut yang lebih luas cakupannya. Ciri belajarnya orang dewasa itu mandiri, praktis, berorientasi pada hasil, kurang terbuka fikirannya karena punya pendapat sendiri,  cenderung menggunakan pengalaman pribadi sebagai referensi belajarnya, banyak tanggung jawab dan mempunyai harapan yang tinggi.

5. Fasilitator harus terampil. Selain berilmu juga harus mempunyai seni dalam implementasinya. Jika fasilitator belum terlatih bisa menggunakan skrip terlebih dahulu, mengisi kisi- kisi yang akan disampaikan, dan lain-lain.

Kesimpulan

Fasilitator yang handal harus mempunyai wawasan ilmu pengetahuan yang luas, sehingga mampu memberikan solusi yang mencerahkan bagi peserta pelatihan.


Penulis : Suharni - Banyuwangi

Editor : Muhaimin

Lensa_ldkpwmjatim






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.