SEMARAK GEBYAR MUKTAMAR KE-48 DI BANYUWANGI

Lensadakwah.com - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi dan Majelis Tabligh mengadakan pertemuan dengan guru-guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab dalam rangka menindaklanjuti  peran serta guru-guru Ismuba dalam menyemarakkan kegiatan gebyar muktamar ke-48. Jumat (30/09/2022).

Pada pertemuan kali ini,  Pimpinan Daerah  Muhammadiyah (PDM)  Banyuwangi,  Dr. H. Mukhlis Lahuddin,  M. Si mengundanghadirkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Majelis Tabligh PDM, Waka Kesiswaan (SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA Muhammadiyah se-kabupaten Banyuwangi), Guru-guru Ismuba (SD, MI, SMP,  MTs, SMA, SMK, MA Muhammadiyah) se--kabupaten Banyuwangi, bertempat. di Aula ITBM Jl. Diponegoro 60, Genteng Banyuwangi.

Permasalahan yang dibahas pada pertemuan kali ini adalah:
1. Rencana Gowes bareng satu komando Gebyar dan Semarak Muktamar ke-48.
2. Gerakan Dana Muktamar Mandiri Muhammadiyah (DADAMU).
3. Pemasangan bendera/umbul-umbul/atribut lainnya selama satu bulan penuh.

Dr H Mukhlis Lahuddin MSi dalam sambutannya menyampaikan jadwal kegiatan semarak gebyar ke-48, yang sudah dilaksanakan ataupun yang belum dilaksanakan. Adapun kegiatan yang sudah terlaksana adalah:
1. Pembinaan pimpinan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah oleh Drs H Sukriyanto AR M Hum di Aula SMK Muhammadiyah 1 Genteng Banyuwangi. (Ahad, 24/06/2022).

2. Gebyar santri dan anak  asuh pondok pesantren panti asuhan se-kabupaten Banyuwangi, yang diisi dengan kegiatan lomba Tartil Al-Qur'an, Baca Puisi, dan Pidato di Panti Asuhan Budi Mulya Banyuwangi. (Sabtu, 30/07/2022).

3. Diskusi Publik Hukum/Ham Keadilan Agraria oleh ketua MHH/LBHMU Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Busro Muqoddas SH M Hum, Dr H Trisno Raharjo SH MH, Walhi Jawa Timur, Tekat Garuda, LHKP PPM, PWM, PDM, dengan peserta 125 orang di Aula Rumah Sakit Fatimah Banyuwangi. (Ahad, 31/09/2022.

4. Pembagian sembako oleh Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia kepada 1.000 orang aktivis Muhamadiyah @ Rp. 250.000 x 1.000 = Rp. 250.000.000, bersama motivator: Direktur Bank Indonesia Jember, Anggota DPR RI Dapil 3 Jawa Timur, dan ketua PDM Banyuwangi di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan Banyuwangi. (Ahad, 07/08/2022.

5. Diskusi Publik Kebijakan Politik Lokal Banyuwangi dengan narasumber: 1) Dr Hj Ani Lestari SE MM (Mantan bupati Banyuwangi 2005 - 2010). 2) Dr H Mukhlis Lahuddin MSi (ketua PDM Banyuwangi) di Lantai 3 Masjid KH. Ahmad Dahlan Banyuwangi. (Ahad, 21/08/2022).

6. Pemutaran film Jejak Langkah 2 Ulama dan Cita-Citaku Setinggi Balon di Empat Zona/27 PCM dengan jumlah penonton 6.016 orang, tanggal 1 - 14 September 2022.

7. Peresmian Rumah Lansia Muhammadiyah Senior Care (MSC) di lingkungan Panti Asuhan Budi Mulya Banyuwangi, bersamaan dengan pertemuan antar pimpinan cabang Muhammadiyah se-kabupaten Banyuwangi di Panti Asuhan Budi Mulya Banyuwangi. (Ahad, 25/09/2022.

Adapun program kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya adalah bsebagai berikut:
1. Turba Pimpinan Daerah Muhammadiyah ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Aisyiyah se-kabupaten Banyuwangi dengan jadwal sebagai berikut:
a. Zona I (Banyuwangi), Sabtu, 08/10/2022.
b. Zona II (Rogojampi), Ahad, 09/10/2022.
c. Zona III (Purwoharjo) Ahad, 16/10/2022.
d. Zona IV (Genteng), Ahad, 23/10/2022.

2. Pemasangan bendera dan atribut Muhammadiyah di setiap Amal Usaha Muhammadiyah, Amal Usaha Kesehatan, masjid, musholla, panti asuhan, dan lainnya.

3. Umrah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah diikuti oleh 48 orang, tanggal 02 - 14 November 2022.

4. Gowes Satu Komando di setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Zona I - IV dan puncak muktamar ke-48 serentak pukul 07.00. (Ahad, 08/11/2022).

5. Penggembira muktamar, peserta muktamar, dan peninjau yang dilaksanakan tanggal 18 - 20 November 2022 di Surakarta.

Sementara itu, bendahara PDM (2015 - 2022) H Nur Ahmadi MAg  menyebut ada 5 (lima) ciri manusia terdidik, yaitu:
1. Punya wawasan futuristic (masa depan). Kegiatan yang sudah dilakukan di masa lalu, hendaknya dijadikan pengalaman serta perbaikan untuk masa depan yang mencerahkan.

2. Problem Solver (penyelesaian masalah, bukan problem maker (pembuat masalah).

3. Punctuality (Budaya tepat waktu). Sebagaimana Gerakan Al-Ashr yang dicanangkan oleh KH. Ahmad Dahlan.

4. Efisiensi dalam kinerja,  tenaga, dana, dan waktu.

5. Budaya taat asas (tunduk dan patuh pada musyawarah.

Simpulan

Setiap kegiatan akan berjalan baik dan sukses jika dilandasi dengan niat ikhlas, berwawasan luas, Punctuality, serta membudayakan taat asas dan tunduk pada hasil musyawarah.

Penulis : Suharni  - Banyuwangi
Editor   : Muhaimin

Lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.