NURCHOLIS HUDA : RIHLAH PERADABAN (Bagian 1)

Lensadakwah.com - Kajian Rabu ba'da shubuh, 2 November 2022 di Masjid Attaqwa Pogot disampaikan  oleh ustad Nurcholis.


Ustad Nurcholis Huda

Kajian dengan mengangkat perjalanan dakwah (rihlah dakwah) ustad Nurcholis Huda selama di Turki.

Mengawali perjalanan awal ketika di Turki ke Masjid Abu Ayyub Al Anshary.

Disampaikan, bahwa Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang paling tua sekali. Di antara kemuliaannya adalah singgahnya Nabi Muhammad selama kurang lebih tujuh bulan di rumahnya ketika datang hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Abu Ayyub hidup pada zaman Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib

Sampai pada zaman Muawiyah bin Abu Sufyan, Ia ikut bertempur melawan kekaisaran Romawi. Ia dimakamkan di Konstantinopel. Pada zaman pemerintahan Muhammad al-Fatih memerintah Kesultanan Utsmaniyah, Ia dijadikan idola sebagai pahlawan yang membebaskan kota Konstantinopel.

Kematian Abu Ayyub al-Anshari terjadi pada saat Pengepungan Konstantinopel di masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Pada saat itu, pemimpin perang adalah anak dari Mu'Awiyah bin Abu Sufyan yaitu Yazid bin Mu'awiyah. Abu Ayyub al-Anshari wafat dalam peperangan ini. Sebelum ia wafat, ia berwasiat kepada Yazid bin Mu'awiyah bahwa ia ingin mati bersama dengan kudanya. Ia pun menerobos masuk ke Konstantinopel hingga mecapai dirinya tidak mampu sama sekali bergerak untuk melawan musuh.[7]

Abu Ayyub al-Anshari meninggal pada tahun 52 H di usia 80 tahun sebagai seorang mujahid. Ketika itu, dia sedang ikut bersama pasukan yang dipimpin oleh Yazid bin Muawiyah untuk membebaskan Konstantinopel. Baru beberapa saat sampai di wilayah musuh, dia jatuh sakit. Yazid menjenguknya seraya bertanya, “Apa yang ingin Anda wasiatkan?”

Dia menjawab, “Apabila aku meninggal, bawalah jasadku dengan kuda sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh. Jika tidak memungkinkan, maka kebumikanlah aku terlebih dahulu kemudian kembalilah berperang.”

Setelah Abu Ayyub wafat, jasadnya dinaikkan di atas kuda. Lalu kuda itu dibawa ke wilayah musuh kemudian jasadnya dikuburkan.

Bersambung....

lensa_ldkpwmjatim


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.