DOA IBU YANG TIDAK TERTOLAK

Lensadakwah.com - Sebuah tema yang diangkat oleh Ustadz drh. Sri Widodo Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar pada Kajian ba'da Sholat Dhuhur di Masjid Al Istiqomah  Lembaga Pembinaan Khusus  Anak Tingkat 1 Blitar, Kamis (15/12/2022), jama'ah terdiri dari  Anak Didik Lapas (adikpas) dan karyawan Lembaga Pembinaan Khusus Anak tingkat 1 Blitar.

Ust drh Sri Widodo saat memberikan kajian.

Ketua LDK PDM kota Blitar yang lebih senang di panggil Pak Sri Widodo ini mengawali tauziyahnya dengan menyampaikan sebuah hadist Nabi :

رِضَا اَللَّهِ فِي رِض

 اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ


Artinya: "Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua," (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)


Dilanjutkan dengan menyampaikan sebuah kisah Syeikh Abdurrahman as Sudais. Pada waktu kecil ibunya sering mengingatkan kepada Syeikh Abdurrahman as Sudais, "Hai  Abdurrahman terus menghafalkan  Al Qur'an biar bisa menjadi Imam di Masjidil Haram. Pada suatu hari kebetulan keluarganya mau ada tamu, ibunya menyiapkan hidangannya. Tetapi apa yang terjadi Hidangannya diberikan debu/pasir oleh syeikh Sudais. Ibunya marah dan berkata "Pergilah kamu biar jadi imam Haramain."

Ternyata doa ibunya waktu marah tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Syeikh Sudais benar-benar menjadi Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya digemari kaum muslimin seluruh dunia

Dari kisah tersebut bisa diambil hikmah  bahwa doa/perkataan  seorang Ibu waktu marah mudah   dikabulkan oleh Allah SWT.  Karena orang marah antara perkataan , pikiran,  hati dan perbuatan satu frekuensi sama/satu kata,

Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi:


" ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ "


Artinya: "Ada tiga doa yang mustajab, tidak ada keraguan akan hal itu; doa orang yang terdzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk (kebaikan) anaknya," (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syekh Al-Arnaut)

Dalam mengakhiri ceramahnya Sri Widodo berpesan kepada para jama'ah khususnya para  adikpas untuk senantiasa mendapatkan ridho dari orang tua sekalian ridho Allah untuk selalu memohon ampunan , rahmat, taufik dan hidayah dan ridho dari Allah SWT. Untuk dirinya dan kedua orang tuanya.


Penulis : Sri Widodo - Blitar

Editor : Muhaimin

Lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.