MENJADIKAN KAKI SAKSI KEBAIKAN KITA

Lensadakwah.com - Kajian Wanita Masjid Al Furqon yang beralamatkan di Jalan Platuk Donomulyo Gg VI Surabaya pada Hari Ahad, 18 Desember 2022 ba'da Maghrib disampaikan oleh ustad Muchamad Arifin.
Kajian dibuka oleh Ibu Muridatul Khoiriyah dengan pembaca Al Qur'an Ibu Walimah.
Ustad Muchamad Arifin saat menyampaikan tausiah

Dalam mengawali kajiannya ustad yang juga Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini mengutip sebuah Hadits yang berhunyi :

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat.” (HR. Muslim).

Di depan jamaah  kajian wanita al Furqon yang diketuai oleh Ibu Nadhifa yang akrap dipanggil Ibu Nurcholis ini, ustad Arifin mengajak kepada para jamaah untuk tidak bosan melangkahkan kakinya mengikuti kajian seperti ini. 

Karena dihadapan yang Maha Adil nanti, kaki kita bisa sebagai saksi kebaikan yang kita lakukan. Karena tidak semua kaki mau diajak untuk menuju majelis ilmu seperti pengajian malam ini.

Banyak kaki yang sanggup diajak mendaki gunung yang tinggi, goes sepanjang jalan, ke Mall setiap waktu, tetapi tidak banyak kaki yang mau diajak melangkah menuju rumah Allah swt.


Ustad Arifin kepada jamaah yang mayoritas sudah usia lanjut menyampaikan bahwa, kita semua harus sadar akan batas waktu hidup di dunia. Kematian bisa datang kapan saja. Allah swt.  merahasiakan waktu kematian agar hamba-Nya selalu hati-hati karena kematian bisa datang kapan saja.

Mari kita lihat pesan Allah swt. sebagaimana ayat yang berbunyi :

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. QS. Al Baqarah: 48.

Semua urusan dunia bisa diatur. Tetapi urusan akhirat tidak ada yang bisa ngatur kecuali amal ibadahnya masing-masing.

Mari kita sadari sesungguhnya Allah swt memberikan indra kepada kita dengan satu tujuan, yaitu untuk bersyukur kepada Allah swt. Sebagaimana tertulis dalam wahyu-Nya:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. QS. An Nahl: 78.

Kesempatan kita bersyukur, ibadah, berbaik kepada sesama hanya ketika kita hidup di dunia. Oleh karena itu mari kita selalu  perbanyak ibadah. Inilah pesan ustad Arifin sebelum mengakhiri tausiahnya.

lensa_ldkpwmjatim


Sumber: Kajian Wanita al Furqon.





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.