MUHAMMADIYAH NGANJUK LATIH RELAWAN

Yang berangkat ini sudah jadi Relawan, rela waktu dan tenaganya, gantinya bukan lagi uang, hidup nyaman, anak dan istri manut dan lainnya bisa jadi "ganti" oleh Allah, semua diniatkan ibadah mulai dari melangkahkan kaki dari pintu rumah". Drs.H. Sumilan 

Lensadakwah.com - Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk Gelar Pelatihan Relawan yang diikuti oleh utusan PCM juga ortom se-Kabupaten Nganjuk pada Hari Sabtu, 17 Desember 2022.

Luqman Nurudin utusan dari PCM Patianrowo menyampaikan kepada lensadakwah.com, pesan yang disampaikan oleh H. Sumilan pada acara Pelatihan Relawan Muhammadiyah Nganjuk tersebut.

Dalam penilaian Luqman yang juga guru di MI Aisyiyah Patianrowo, bahwa di usia beliau ( Sumilan) yang baru 26 dibalik (maksudnya 62) tahun ternyata punya tips sendiri dalam penjagaan kesehatan pada seusia beliau rentan akan penyakit.

Diantara pesannya adalah : 

1. Jadikan kita Fresh. Fresh dalam menghadapi hari hari bukan jadi sumber masalah, malah kalau bisa menjadi solusi dari masalah yang ada 

2. Jaga pola makan. Makan makanan halal dan toyyib juga tidak tidur langsung setelah makan.

3. Tidur secara teratur dan paling penting.

4. Bangun malam dengan rukuk dan sujud durasi lama, kalau selama ini hanya 2 detik coba ditambah lagi 1 menit lagi karena ketika sujud dan rukuk durasi lama maka sendi sendi terpusat ke otak dan mengakibatkan fikiran lebih tenang. 

Sumilan yang juga praktisi pendidikan selama kurang lebih 40 tahun itu bisa diduplikasi bagi siapapun khususnya relawan. Kata pangggilan ustad Lukman.

Lanjut Drs. H. Sumilan kepada para peserta Beliau juga mengapresiasi sistem reboisasi yang terapkan belanda dengan penanaman pohon asem di tepi jalan, selain berumur panjang juga banyak manfaatnya seperti yang sudah beliau praktekkan di depan rumah dan jadi program asemisasi untuk PCM Lengkong. 

PCM Lengkong yang sudah berusia 11 tahun dengan tgl 28 Oktober jadi hari  jadinya sebagai refleksi semangat  muda. Program penanaman pohon jadi bagian dari tindakan preventif kebencanaan. 

Fiqih kebencanaan yang beliau paparkan di acara Pelatihan Dasar Relawan Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk tepatnya di Perguruan Muhammadiyah Nganjuk Gg. Vetran akhir pekan ini Sabtu (17/12) mulai dari mitigasi, assesmen, tanggap darurat juga recovery juragan pisang Cavendish itu  lebih menekankan pada ibadah mahdhoh yakni sholat saat dalam keadaan bencana.

Ini menjadi penting dan bahkan pemikiran persyarikatan karena ini yang riskan ditinggalkan saat saat darurat bencana.

peran relawan adalah bagian dari ikut menolong baik secara materil maupun non materil sebagaimana Spirit Al Maun. 

lensa_ldkpwmjatim.


Penulis : Luqman 

Editor   : Arifin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.