JURNALIS CILIK MUHLAS MENDADAK JADI PENYIAR DAN DUBBER

Lensadakwah.com - Sebanyak 15 anak didik SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya bersama dua guru pendamping melaksanakan kegiatan belajar di luar sekolah, Selasa (17/01/2023).

Foto bersama seluruh tim JCM dengan kru radio Suara Muslim Surabaya


Kaur Kesiswaan SD Muhlas ustad Rosyid mengungkapkan para pelajar Muhlas melakukan kunjungan ke studio radio Suara Muslim Surabaya.


"Mereka tidak hanya  belajar langsung kepada para penyiar radio. Disini juga bisa memahami menjadi jurnalisme audio/suara," tegas ustad Rosyid.


Kehadiran para siswi yang tergabung dalam tim Jurnalis Cilik Muhlas disambut hangat HRD radio Suara Muslim, kak Septi dan Station Manager kak Kohar.


Dalam pembelajaran tentang dunia Radio selama dua jam ini, dilaksanakan dengan interaktif.


Selain memberikan pencerahan tentang siaran radio sampai peliputan berita jurnalistik audio, kak Kohar memberi tantangan secara spontanitas.


"Ayo, siapa berani melakukan reportase berita radio," tuturnya.

Tim JCM praktek jadi penyiar radio


Bak gayung bersambut, Franda dan Bella beraksi dengan gaya masing-masing.


Franda, siswi kelas 5 An Naml melakukan repostase tentang Fun Bike peringatan milad SD Muhlas ke 55 awal bulan Januari lalu. Sedangkan Bella Aliyya tanpa teks dengan gaya polos dan keluguannya.


"15 anak didik SD Muhlas diajak masuk ke dalam ruang rapat. Mereka diberi materi radio sama pak, siapa ya..," kata siswi kelas 6 An Naba.


"Siapa saya hayo," timpal kak Kohar yang disambut gelak tawa TIM JCM.


Tak hanya bincang santai secara interaktif, para Jurnalis Cilik Muhlas juga mewawancarai beberapa kru dan staf yang sedang bertugas saat itu.


Aliyya Carlotta mewawancarai kak Kohar sedangkan Franda wawancara dengan kak Septi.


Radio yang berlokasi di kawasan jalan Dinoyo juga mengajak praktek rekaman menjadi Dubber (pengisi suara program ayah bunda berkisah). Disini Aisyah Azzahra Naila Rahmah, Aliyya Carlotta, Fildzah Shabrina, Joice dan Fauziah unjuk kemampuan.


Sedangkan Franda, Kamila, Aliyya dan Aisyah Azzahra sempat menunjukan suara ketika melakukan siaran didepan para penyiar senior.


Pembelajaran Jurnalisme audio sangat menyenangkan.


Anindya mengungkap untuk menjadi penyiar dibutuhkan dua hal. "Ketika siaran, kita harus memahami dan mengerti intonasi dan artikulasi. Disini, kita mendapat cara dua hal tersebut," ungkap siswi kelas 6 At Taubah.


Sebelum TIM Jurnalis Cilik Muhlas kembali ke sekolah, kak Kohar berpesan terus berlatih dan berlatih serta memperbanyak praktek. (Penulis: Fildzah/kelas 5 AL FURQON; Fotografer: Kamila/kelas 5 AL MUKMIN)

Editor : Muhaimin

Lensa_ldkpwmjatim





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.