PEMIMPIN MUHAMMADIYAH BERGANTUNG SISTEM

Lensadakwah.com - Mengapa Muhammadiyah tetap kokoh dan besar hingga kini? karena Muhammadiyah. punya rumus sederhana yaitu dalam memilih pemimpin tergantung pada sistem bukan pada "sinten" dan "pinten atau pada siapa dan berani berapa. 

Prof.Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Memberikan Tausiyah dalam pengajian ahad Pagi di PDM Nganjuk

Kata Prof.Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam pengajian Ahad Pagi Fajar Mubarok yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk.. Ahad, 12/03/2023

Pengajian yang bertema *membumikan Nilai-nilai risalah islam berkemajuan", di hadiri seluruh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten nganjuk. Bertempat di Halaman SMA Muhammadiyah 1, Jl. Panglima Soedirman No. 17 Nganjuk. 

Kriteria pemimpin di Muhammadiyah. Lanjut Abdul Mu’ti, tidak hanya ditentukan oleh kualitas, kapasitas, dan popularitas saja serta tidak tergantung tokoh. Yang paling penting di  Muhammadiyah itu harus SUKA dan RELA. Di Muhammadiyah itu bisa hebat bukan karena jabatan. Ujarnya.

Di Muhammadiyah tidak ada diskriminasi, tak kenal darah putih atau darah biru. Siapa pun dapat terpilih jadi pimpinan. Asal  punya kompetensi dan bersedia dicalonkan. Tidak ada ceritanya ahli waris Kyai Dahlan minta jatah pimpinan apalagi jatah royalti. Ungkapnya dihadapan ribuah jama’ah pengajian ahad pagi.

Muhammadiyah sangat menghargai perempuan. Ada beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dipimpin perempuan. Bahkan A'isyiyah satu-satunya ortom yang diberi kewenangan mendirikan AUM Pendidikan dari PAUD hingga Perguruan Tinggi dan AUM lainnya. Hebatnya ortom ini anggotanya bisa masuk pimpinan Muhammadiyah, sebaliknya anggota Muhammadiyah tidak bisa jadi anggota Aisyiyah. Selorohnya yang disambut tawa audance.

Pria asal kudus ini melanjutkan, Mengambil pengalaman yang lalu, maka penetapan nama anggota Majelis dan Lembaga PP Muhammadiyah yang jumlahnya 1.300 orang harus dikoordinasikan lebih dahalu. 

Maka setelah acara Kajian ini, saya akan memimpin rapat koordinasi untuk memastikan nama-nama tersebut ada dan bersedia. Jangan sampai ada kasus ada artis yang mencak-mencak dan mengatakan hoax karena namanya tercantum dalam susunan pengurus yang dirilis tapi belum sempat dikonfirmasi sang artis. Juga jangan sampai ada nama yang tertera di kepengurusan, tapi tak pernah nongol batang hidungnya. Katanya.


Kunci Sukses Islam Berkemajuan

Alumnus Doktor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini lantas memberi tips kunci sukses Islam berkemajuan. 

Pertama, yaitu berislam berjamaah.

Dengan prinsip kumpul itu bahagia. Berkumpul satu sama lain dengan desain. Berserikat antar manusia dengan saling tolong menolong dengan kesamaan visi dan misi dengan jaringan yang diikat dengan iman. 

Ikatan karena akidah akan menimbulkan ikatan akidah dan ikatan hati. Hingga orang beriman itu inklusif. Islam itu lintas suku, daerah hingga negara. Tidak boleh ada manusia merasa super, memperbudak manusia lain. Sebaliknya orang fasik itu berserikat tanpa ikatan, maka tolong- menolong mereka dalam keburukan.

Yang harus dimiliki pimpinan di Muhammadiyah adalah kaya ide, bersemangat, tidak harus konglomerat, karena di Muhammadiyah konglomeratnya dapat dihitung dengan jari. Kekuatan Muhammadiyah pada kebersamaan.ujarnya.

Kedua kepercayaan (trus). 

Guru Besar Pendidikan Agama islam ini melanjutkan, banyak orang atau lembaga mengamanahi Muhammadiyah untuk meneruskan bantuan dan menerima waqaf. Karena mereka yakin Muhammadiyah mampu mengembangkannya. Katanya.

Prof Mu'ti merujuk pada pendapat Muhammad Yunus (ekonom Islam) "Kalau membantu orang miskin aset akan punya kekuatan, kalau merata secara ekonomi akan berdaya. 

Di dalam Islam sangat dianjurkan sedekah agar kedaulatan tidak dimiliki beberapa orang. Amanah itu artinya profesional. AUM maju cermin bahwa lembaga tersebut dikelola secara profesional. Ungkapnya.

Ketiga senantiasa mematuhi regulasi

Menurutnya, seluruh AUM harus dikelola sesuai regulasi. 

Keempat tepat waktu, 

Rapat dan agenda apa pun harus dimulai tepat waktu.  

Kelima, sadar waktu.

Jangan merasa muda terus, waktunya turun jabatan ya turun. Kemewahan bukan datang dari bentuk tapi dari hati.

Ke enam, gunakan ilmu dalam beragama.

Seperti penetapan 1 Ramadhan sudah selesai bagi Muhammadiyah. Demikian pula dalam menerapkan kebijakan apa pun Muhammadiyah melandaskan Quran, Sunah dan pendapat para pakar. Pungkasnya.


Penulis: Panggih

Editor  : M.Khoirul Anam




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.